Kamis, 22 November 2012

Waletbet Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online


Waletbet Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online merupakan sebuah keyword kontes yang sedang berlangsung saat ini, dan adapun makna sebenarnya dari keyword diatas menurut saya adalah tentang sebuah situs betting yang benama Waletbet mencoba memberikan promo baru bagi kita para bettotrdi tanah maya ini, jika kita ulas mengenai berbagai macam per-betting yang pernah ada mungkin melakukan kegiatan betting menjadi hal yang banyak digemari saat ini, dan kita semua pasti tidak akan langsung memanfaatkan jasa situs-situs betting begitu saja, ditambah lagi kini untuk jenis situs betting yang sudah beredar khususnya di indonesia sudah sangat melimpah jumlahnya.
Dan dengan hadirnya Waletbet sebagai salah satu dari beracam-macam penyedia layanan betting lainnya mencboa mengajak kita sebagai bettor yang sangat menyenangi dunia betting dengan mencoba mengadakan dan memberikan berbagai jenis promo kepada kita, seperti Promo Bonus 100% Sportsbook danCasino Online.
Waletbet yang juga sebagai Agen Judi Online, agen Poker seperti Dewa Poker, judi bola online, IBCBET, dan masih banyak lagi jenis betting yangwaletbet coba tawarkan kepada kita para penggemar betting tentunya, Sebuah agen judi online yang terpercaya yang akan banyak memberikan kita keuntungan dan kemudahan jika menggunakan jasa dan pelayanan betting dari waletbet ini, jika kita menjadi member dan bergabung dengan layanan betting terpercaya ini kita akan langsung disuguhkan dengan bermacam-macam bonus, seperti : 
o    Bonus Depo Awal dan Seterusnya 10% untuk member SBOBET dan IBCBET
o    Bonus Depo awal 5% untuk member baru 338A , 1SCasino , SOA888, ASIA8BET, dan SGD777
o    Bonus Setiap Depo 3% untuk member 338A , 1SCasino , SOA888, ASIA8BET, dan SGD777
o    Bonus 5% untuk referensi (Sportsbook & Casino)
o    Bonus untuk Asiapoker77
Dan yang besar bonus dari waletbet memberikan Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online. dengan macam bomus dan promo ini mungkin akan menjadi pertimbangan untuk kita menentukan situs betting mana dan melalui perantara mana kita akan melakukan betting secara online dan waletbet lah solusi tepatnya untuk kita melakukan aktivitas beting kita didunia internet ini, karena bukan cuma akan memudahkan kita, tapi kita juga akan sangat diuntungkan dengan bunus yang berlimpah yang mereka tawarkan.
Untuk proses transaksi di waletbet ini merupakan salah satu bukti kemudahan yang akan kita rasakan, pasalnya waletbet yang selain memberikan berbagai macam promo mereka juga memberikan kemudahan melalui proses transaksi baik berupa proses deposit maupun proses withdraw nantinya, karena waletbet yang suport dengan bank lokal ternama yakni kita bisa melakukan transaksi melalu Bank BCA dan Mandiri.
Sangat memudahkan bukan, nah,, tunggu apa lagi mari kita mulai melakukan betting dengan bergabung di Waletbet Promo Bonus 100%Sportsbook dan Casino Online, dengan demikian kita akan mendapatkan banyak keuntungan dan pemasukan dalam segi financial jika kita melakukan betting dan bisa memenangkannya.

Aktivitas betting untuk saat sekarang ini mungkin bukan hal yang dirahasiakan lagi bahkan ada yang sudah di legalkan oleh badan pemerintah di suatu Negara tertentu, karena semua proses betting jika dilakukan dengan jujur dan benar tentu akan dapat memudahkan kedua belah pihak, Di Waletbetsebagai agen judi online yang memberikan Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online sangat mengutamakan kenyamanan para playernya atau pelanggannya segala data yang bersifat pribadi akan sangat terjaga di waletbet ini. Mencari sebuah situs betting memang sangat mudah namun menemukan yang terpercaya serta akan memberikan banyak kelebihan dan keuntungan pada para membernya mungkin akan sedikit sulit diemukan, dan kali ini ulasan saya mengenai sebuah situs betting terpercaya yang merupakan pilihan tepat untuk kita memulai dan menggunakan jasa dan layanan yang terpercaya dari waletbet ini, serta rasakan kemudahan dan keuntungan dari Waletbet Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online, Untuk info lebih jelasnya silahkan langsung ke website resminya di www.waletbet.com

Sekian sedikit ulasan saya mengenai Agen judi online terpercaya yakni waletbet yang banyak memberikan bonus dan promo untuk kita. Wassalam
Keyword : Waletbet Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online,
Semoga artikel Waletbet Promo Bonus 100% Sportsbook dan Casino Online bermanfaat bagi Anda.

Kamis, 12 Januari 2012

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA

SEJARAH ISLAM DI INDONESIA
Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.

Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi'i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.

Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil'alamin.

Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).

kakbah

Prosesi Reformasi Ka’bah
Pada awalnya Ka’bah hanya berupa tumpukan batu besar di atas sebuah pondasi. Suatu ketika, Baitullah Ka’bah hampir roboh, hal ini disebabkan karena pada Ka’bah tersebut pernah terjadi musibah kebakaran dan juga banjir besar yang nyaris menghancurkan Ka’bah tersebut.

Sewaktu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hidup, yaitu ketika beliau masih berumur tiga puluh lima tahun atau sekitar lima tahun sebelum masa kenabian. Kabilah-kabilah Quraisy berkumpul untuk membahas dan merencanakan upaya perbaikan Ka’bah. Mereka ingin merobohkan Ka’bah dan membangunnya kembali. Mereka juga ingin mempertinggi dindingnya dan memberi atap diatasnya, dengan tujuan untuk mencegah perilaku orang-orang yang suka mencari barang berharga di sumur yang berada di tengah-tengah ruang Ka’bah.

Masyarakat bangsa Quraisy mengumpulkan dana untuk renovasi Ka’bah dengan mengumpulkan harta yang baik atau bersih. Bukan dari uang pelacuran, hasil riba, atau hasil kezhaliman. Mereka juga memanfaatkan kayu dari reruntuhan kapal saudagar Romawi yang pada masa sebelumnya telah terdampar di Jeddah dan hancur. Kayu tersebut mereka siapkan untuk atap Ka’bah.

Suatu ketika muncul ular dari dalam sumur Ka’bah. Ular tersebut merayap dan bergelantungan di dinding Ka’bah. Setiap ada yang mendekat, ia akan menegakkan badannya, mendesis, dan membuka mulutnya. Orang-orang Quraisy menjadi takut merobohkan Ka’bah. Namun suatu hari, Allah mengirim seekor burung yang menyambar ular tersebut dan membawanya pergi. Wallahu ‘alam.

Orang-orang merasa yakin bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala meridhoi rencana pemugaran Ka’bah. Namun mereka tetap merasa sungkan dan takut menghancurkan Ka’bah. Akhirnya Al-Walid bin Al-Mughiroh Al-Makhzumi mengawali perobohan Ka’bah dan ternyata Alloh tidak menimpakan musibah apapun padanya. Maka orang-orang merasa aman kemudian mereka ikut menghancurkan Ka’bah dan membagi sudut-sudut Ka’bah. Setiap kabilah mempunyai bagian sendiri-sendiri untuk dibangun.

Mereka menyisakan pondasi Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrohim. Ketika ada yang berusaha membongkarnya, kota Makkah seisinya berguncang hebat. Jadi mereka membangun ulang Ka’bah diatas pondasi Nabi Ibrahim.

Orang-orang saling membantu membawa batu di atas pundak-pundak mereka, termasuk Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan paman beliau Al-‘Abbas bin ‘Abdil Mutholib.

(Sumber Rujukan: Mukhtashor Sirotir Rosul, Nurul Yaqin fi Siroti Sayyidil Mursalin)